Nelayan Kediri Bayar Retribusi

Nelayan Kediri Bayar Retribusi. Ratusan nelayan pantai Sine di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir mengancam tidak akan membayar retribusi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tulungagung. Ancaman tersebut disebabkan karena DKP dinilai tidak menempati janji kepada nelayan terkait dengan pemberian rumpon. Jika ancaman baikot tersebut terbukti, dipastikan taeget pendapatan asli daerah (PAD) bisa berkurang atau Berita Kediri bahkan tidak terpenuhi. Sahry menjelaskan jika memang nantinya hal ini yang menyebabkan para nelayan akan memboikot dan tidak melaut maka dirinya juga akan bertanggungjawab terkait hal ini. Dirinya akan berusaha maksimal agar pengadaan rumpon tersebut segera teralisasi. Yosakoi sendiri merupakan tarian khas Jepang dengan menggunakan kayu yang dibentuk, sehingga berbunyi ketika digerakkan. Yoshiharu Kato, Konsulat Jenderal Jepang untuk Surabaya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada warga kota Surabaya yang selama ini telah mendukung hubungan Sister City salah satunya melalui Festival Remo dan Yosakoi. Ia mengajak masyarakat untuk melihat secara langsung acara tersebut pada Berita kediri hari ini.

Suyono salah satu nelayan pantai Sine mengatakan bahwa pihaknya bersama beberapa rekanya bakal ramai ramai tidak akan membayar Restribusi, dirinya juga akan memboikot semuanya agar tidak membayar. Karena janji pemberian Berita Kediri rumpon yang dilakukan oleh dinas terkait tidak segera terealisasi. “Mana rumpon yang telah dijanjikan, sampai saat ini juga belum ada, nelayan semua pasti tidak mungkin bayar retribusi nantinya jika memang rumpon itu tidak turun,”katanya. Bupati Tulungagung Sahry Mulyo mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui permasalahan yang menjadi tuntutan nelayan. Dirinya akan memanggil Berita Kediri Kepala Dinas terkait masalah ini. Dirinya juga berusaha untuk segera merealisasikan rumpon yang ada. Agar nelayan juga tetap me‎laut serta cadangan ikan bisa dipastikan oleh para nelayan.  “Kepala Dinas akan Berita Kediri saya panggil terkait hal ini,”katanya. “Kita akan segera realisasikan, dan segera panggil Kepala Dinas terkait masalah ini,”tegasnya. Hal ini tentunya jelas mempengaruhi penghasil PAD dari nelayan. Kalau tidak segera terlaksana sementara para nelayan tidak  melaut dan memboikot restribusi. Sementara Kepala DKP Suprapto saat.

Inilah 3 Alternatif Tempat Wisata Semarang Recomended

Alternatif Tempat Wisata Semarang Semarang mempunyai daya tarik yang kuat untuk dikunjungi beberapa wisatawan. Status kota ini jadi ibukota propinsi adalah nilai plus yang dipunyainya. Tetapi lepas dari hal itu, Semarang memanglah kaya tujuan wisata yang menarik dari mulai wisata alam, wisata budaya, wisata histori, sampai wisata bikinannya layaknya wisata di bandung the lodge maribaya. Beragam macam wisata tersaji di sana komplit dengan beragam fasilitasnya.

Tidak heran bila Semarang mempunyai macam wisata yang komplit, aspek yang lain yang mensupport hal itu yaitu karna topografi wilayahnya yang komplit, mempunyai garis pantai sampai lokasi perbukitan. Kombinasi kota bersejarah, statusnya jadi ibukota propinsi, kekayaan budaya juga kekaya alamnya membuat kota ini sayang untuk ditinggalkan oleh kamu yang suka bertualang atau berwisata.

Di bawah ini beragam Tempat Wisata di Kota Semarang serta Sekelilingnya dari tempatwisataindonesia yang dapat jadi tujuan wisata kamu waktu berkunjung ke Semarang.

Wisata Semarang

3 Alternatif Tempat Wisata Semarang Recomended

Masjid Agung Jawa Tengah

Tiap-tiap kota di alun-alunnya memanglah mempunyai masjid agung, tetapi berlainan dengan Semarang karna adalah Ibukota Provnsi Jawa Tengah. Masjid inipun menaruh kelebihan sendiri satu diantaranya yakni mempunyai Museum Perubahan Islam Jawa Tengah di Tower Asmaul Husna yang terdapat di lantai 2 serta 3. Lalu masih tetap di Tower Asmaul Husna persisnya di lantai 18 ada resto dengan view paling baik di Koa Semarang. Diluar itu masih tetap satu kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ada Hotel Graha Agung yakni berada di bagian utara. Jadi terkecuali untuk melaksanakan ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah memanglah di dukung oleh beragam sarana untuk wisata. Dengan luas lebih dari 7. 500 mtr. persegi, masjid ini dapat menyimpan sekitaran 16. 000 jamaah. Bila berwisata ke Semarang jadi luangkan saat untuk singgah di tujuan wisata kota Semarang yang satu ini. Tidak komplit perjalanan wisata di Semarang bila belum juga berkunjung ke satu diantara ikon kota Semarang yang satu ini.

Profil dan Biografi Cak Nun – “Kyai Kanjeng”

Sebelum membahas mengenai biografi cak nun, mari berkenalan dengan pengertian biografi terlebih dahulu. Teks Biografi adalah ulasan rinci mengenai data diri seorang tokoh. Setelah berkenalan dengan biografi, mari berkenalan dengan Cak Nun. Nama Cak Nun mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu yang pernah mengalami peristiwa reformasi 98. Ada banyak tokoh yang ikut andil dalam peristiwa 98, salah satunya adalah Cak Nun.

Cak Nun memiliki nama lengkap Muhammad Ainun Nadjib (atau lebih dikenal dengan Emha Ainun Nadjib). Ia merupakan budayawan dan seniman dan juga sering melakukan dakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam.

cak nun biodata
cak nun biodata

Selain budayawan, Cak Nun juga dikenal sebagai intelektual Muslim dari Jombang, Jawa Timur. Dakwah yang dilakukan beliau lebih cenderung pada nilai-nilai perdamaian. Selain menekuni dunia seni, Cak Nun juga seorang penulis serta seniman teater. Tulisan yang dibuatnya lebih banyak bertemakan tentang kritik sosial dan politik yang sedang hangat terjadi.

Di banyak kesempatan pentas, Cak Nun selalu diiringi oleh grup musik Kyai Kanjeng. Gaya dakwahnya lebih condong ke diskusi bareng untuk membedah beragam masalah yang sedang banyak dihadapi khalayak umum.

Cak Nun selalu menjadi narasumber dari pengajian aktif yang dikenal dengan komunitas Padang Mbulan dan sering berkelliling ke berbagai daerah maupun pelosok-pelosok desa. Grup musik Kyai Kanjeng yang selalu menemani beliau adalah grup musik yang memadukan beragam jenis genre, kadang bermain secara tradisional, kadang musik pop, kadang juga bermusik dengan gaya gambus.

Berikut ini kami sampaikan juga biodata singkat mengenai profil beliau.

Nama Lengkap: Muhammad Ainun Nadjib

Nama Panggilan: Cak Nun / Mbah Nun

Tempat, Tanggal Lahir: Jombang, 27 Mei 1953

Agama: Islam

Profesi: Budayawan

Istri: Novia S. Kolopaking

Anak: Sabrang Mowo Damar Panuluh, Ainayya Al-Fatihah, Aqiela Fadia Haya, Jembar Tahta Aunillah, Anayallah Rampak Mayesha.

Riwayat Pendidikan:

  • – SD Jombang (1965)
  • – SMP Muhammadiyah, Yogyakarta (1968)
  • – SMA Muhammadiyah, Yogyakarta (1971)
  • – Pondok Pesantren Gontor
  • – Fakultas Ekonomi UGM (tidak selesai)

Riwayat Karir:

  • – Pembimbing Ruang Sastra di Harian Masa Kini, Yogyakarta (1970)
  • – Jurnalis di Harian Masa Kini, Yogyakarta (1973-1976)
  • – Pimpinan Teater Dinasti (Yogyakarta)
  • – Pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng
  • – Penulis puisi dan kolumnis di sejumlah media cetak

Demikian informasi dari kami tentang profil dan biografi Cak Nun, semoga menambah pengetahuan para pembaca.

Ini Alasan Penyebab HTI Tidak Dilarang di Inggris

Alasan HTI tidak Dilarang – Sorotan kepada organisasi Hizbut Tahrir tak cuma berlangsung di Indonesia, yang akibatnya dibubarkan oleh pemerintah sebab diakui tak layak bersama dasar negara Pancasila.

Di sejumlah negara lain, Hizbut Tahrir sudah pada mulanya dilarang, layaknya yang dijalankan sebagian negara di Timur Tengah.

Di Inggris pernah ada wacana untuk melarangnya, namun sampai 2017 keputusan pelarangan atas organisasi ini tidak kunjung dikeluarkan secara legal, walaupun sejumlah pihak yakin Hizbut Tahrir ‘mempromosikan rasisme dan kekerasan’, yang ditentang oleh pengurus atau penggiat Hizbut Tahrir.

“Tidak satu bahkan member Hizbut Tahrir yang pernah diadili lebih-lebih diucapkan bersalah didalam masalah terorisme” kata member Hizbut Tahrir dan juru berkata organisasi ini di Australia, Uthman Badar, terhadap koran berita politik indonesia.

Usul pertama pelarangan Hizbut Tahrir timbul sesudah serangan teror di London terhadap Juli 2005, yang mensupport pemerintah pimpinan Perdana Menteri Tony Blair mengatakan bakal melarang segala organisasi radikal.

Pelarangan diurungkan sebab pemerintah akibatnya menyimpulkan tak ada dasar aturan yang kuat. Pengamat Islam di Universitas Exeter, Dr Syahrul Hidayat, mengatakan didalam konteks ini pemerintah Inggris hadapi keadaan sulit.

“Di Inggris ada komitmen bahwa pelarangan atas klasifikasi atau organisasi sepatutnya berkaitan bersama pelanggaran aturan. Di Inggris tak ada bukti bahwa Hizbut Tahrir melanggar aturan” kata Syahrul terhadap salah satu media online. Namun disini unik dan sedikit menjadi berita aneh dan unik adalah di inggris ibukotanya adalah london.

“Apabila soal ideologi, sulit melarang ideologi sebab itu bertentangan bersama komitmen kebebasan beranggapan atau kebebasan berkumpul.”

Dapat semakin berkembang

“Soal kemauan Hizbut Tahrir mendirikan kekhalifahan atau negara Islam, sekiranya sesungguhnya diakui tak barangkali atau benar-benar kecil kemungkinannya terbentuk di Inggris, lalu kenapa mesti dilarang,\” terang Syahrul.